Cara Membayar QRIS dengan Aman dan Mengecek Nama Merchant

Pembayaran QRIS di kasir sering selesai dalam beberapa ketukan. Namun, sebelum menekan tombol bayar, jangan hanya melihat apakah kodenya bisa dipindai. Periksa siapa penerimanya, berapa nominalnya, dan apakah transaksi benar-benar sudah selesai. Kebiasaan singkat ini membantu mengurangi risiko salah bayar dan memudahkan penelusuran bila muncul masalah.

Stiker QRIS di jendela gerobak makanan

Ilustrasi penggunaan QRIS pada usaha makanan, bukan dokumentasi kasus penipuan. Foto: © VulcanSphere / Wikimedia Commons / CC BY 4.0. Ukuran tampilan disesuaikan; isi foto tidak diubah.

Kenali alur pembayaran QRIS

QRIS adalah standar kode QR pembayaran yang ditetapkan Bank Indonesia. Gunakan aplikasi penyedia jasa pembayaran (PJP) yang berizin. Untuk pembayaran dengan memindai kode di kasir, ada dua alur yang umum: QRIS statis dan dinamis.

Pada QRIS merchant presented mode (MPM) statis, pengguna memindai kode lalu memasukkan nominal. Pada MPM dinamis, merchant memasukkan nominal terlebih dahulu, kemudian pelanggan memindai kode yang ditampilkan atau dicetak. Keduanya tetap memerlukan pemeriksaan detail sebelum pembayaran dikonfirmasi sesuai petunjuk aplikasi. Penjelasan jenis QRIS tersedia di situs Bank Indonesia.

Periksa nama merchant sebelum membayar

Setelah memindai QRIS, tunggu sampai layar aplikasi menampilkan nama penerima. Cocokkan dengan toko, loket, atau tujuan pembayaran Anda. Bila nama yang tampil berbeda dari nama toko yang dikenal, tanyakan kepada petugas yang sah apakah itu nama usaha atau badan usaha penerimanya. Jangan langsung menyimpulkan penipuan, tetapi jangan pula melanjutkan sebelum jelas.

Jangan hanya mengandalkan logo, warna, atau tampilan stiker. Bank Indonesia mengingatkan pengguna untuk memastikan nama pedagang dan tujuan transaksi sesuai, serta tidak melanjutkan bila informasinya janggal. Bagi pemilik usaha, periksa QRIS secara berkala agar tidak diganti atau dimodifikasi oleh pihak yang tidak berwenang.

Pastikan nominal benar dan jaga PIN

  1. Periksa nominal pada layar konfirmasi. Pada QRIS statis, masukkan angka dengan teliti, termasuk jumlah nol dan tanda pemisah yang ditampilkan aplikasi.
  2. Pastikan penerima dan nominal sudah cocok sebelum menekan tombol bayar atau mengonfirmasi transaksi.
  3. Ikuti autentikasi di aplikasi resmi, misalnya dengan PIN. Jangan memberitahukan PIN kepada kasir, petugas, teman, atau orang lain.

Bila instruksi kasir tidak sesuai dengan layar aplikasi, berhenti sejenak dan tanyakan kembali. Anda tidak perlu terburu-buru hanya karena antrean ramai. Hindari menyerahkan ponsel dalam keadaan aplikasi pembayaran terbuka kepada orang yang tidak berkepentingan.

Cek status transaksi dan simpan bukti

Sesudah konfirmasi, periksa status dan riwayat transaksi di aplikasi. Simpan bukti yang memuat waktu, nominal, nama penerima, dan nomor referensi bila tersedia. Bukti ini berguna ketika kasir belum menerima notifikasi atau saat Anda perlu menghubungi PJP. Jangan membagikannya secara terbuka bila memuat data pribadi.

Jika status masih pending atau belum jelas, jangan langsung membayar ulang. Periksa riwayat aplikasi dan tanyakan kepada kasir apakah pembayaran sudah tercatat. Bila informasinya belum sesuai, hubungi PJP melalui kanal resmi. Ini langkah kehati-hatian untuk menghindari pembayaran ganda, bukan jaminan bahwa status akan langsung berubah.

Jika terlanjur salah bayar atau menduga penipuan

Kumpulkan detail penerima, nominal, waktu, nomor referensi, serta percakapan atau informasi terkait. Segera hubungi contact center PJP melalui aplikasi atau situs resminya. Jika ada dugaan penipuan, laporkan kepada penegak hukum. Untuk pengaduan sistem pembayaran, Bank Indonesia juga menyediakan kanal resminya sebagaimana dijelaskan dalam imbauan BI di atas.

Waspadai orang yang mengaku bisa mengembalikan dana atas nama lembaga tertentu. Menurut peringatan OJK tentang situs IASC palsu, pelaporan kepada Indonesia Anti-Scam Centre hanya melalui iasc.ojk.go.id. Jangan menyerahkan PIN, OTP, atau membayar pihak tak dikenal yang menjanjikan pengembalian uang. Pelaporan tidak menjamin dana kembali.

Tiga hal sebelum meninggalkan kasir

  • Penerima: nama merchant sesuai tujuan atau telah dikonfirmasi kepada petugas yang sah.
  • Nominal: jumlah pembayaran benar sebelum transaksi disetujui.
  • Status: transaksi berhasil dan buktinya tersimpan; bila belum jelas, periksa dahulu sebelum membayar ulang.

Pemeriksaan ini tidak menjamin semua risiko hilang. Namun, membaca layar konfirmasi dengan teliti lebih baik daripada hanya mengandalkan keberhasilan pemindaian kode.

Sumber: Bank Indonesia: penjelasan QRIS; Bank Indonesia: edukasi pencegahan penyalahgunaan QRIS (11 April 2023); OJK: waspada situs yang mengatasnamakan IASC (28 Maret 2025).

About admin

Cara adalah blog referensi tentang berbagai cara cara yang kita butuh kan dalam kehidupan sehari. Semoga bisa menjadi sumber bacaan yang yang menyenangkan. Terima Kasih telah berkunjung. :D

0 komentar:

Posting Komentar