Cara Mengamankan Perangkat Smart Home dan Membatasi Akses Datanya

Lampu yang bisa dikendalikan lewat HP, speaker pintar, dan kamera rumah memberi banyak kemudahan. Namun, ada akun, aplikasi, koneksi jaringan, dan data yang ikut bekerja di belakangnya. Karena itu, jangan berhenti setelah perangkat berhasil menyala dan tersambung ke Wi-Fi.

Langkah berikut membantu mengurangi risiko akses yang tidak diinginkan dan membatasi pengumpulan data yang tidak diperlukan. Nama menu dapat berbeda pada setiap merek, jadi gunakan juga panduan resmi perangkat Anda. Tidak ada pengaturan yang menjamin semua perangkat terhubung menjadi aman sepenuhnya.

Ilustrasi speaker dan layar pintar Google Home, Home Hub, serta Home Mini di atas meja
Ilustrasi perangkat smart home generasi lama, bukan rekomendasi pembelian atau jaminan status dukungan saat ini. Foto: Y2kcrazyjoker4 melalui Wikimedia Commons, berlisensi CC BY-SA 4.0. Menggunakan versi gambar berukuran lebih kecil dari Commons; isi foto tidak diubah.

1. Periksa masa dukungan, bukan hanya fitur

Catat merek, model, aplikasi pengelola, dan halaman bantuan resminya. Cari informasi berapa lama produsen menyediakan pembaruan keamanan. Jika batas dukungan tidak jelas, tanyakan melalui kanal resmi sebelum membeli atau menjadikan perangkat itu bagian penting dari rumah.

NCSC menyarankan menghindari perangkat yang sudah tidak didukung atau akan segera berakhir masa dukungannya bila memungkinkan. Perangkat yang masih bisa menyala belum tentu masih menerima perbaikan keamanan. Pertimbangkan mengganti atau menghentikan penggunaan perangkat yang sudah tidak memperoleh pembaruan, sesuai kebutuhan dan panduan produsennya.

2. Gunakan kata sandi unik dan aktifkan verifikasi tambahan

Jika perangkat memakai kata sandi bawaan, ubah saat pengaturan awal. Gunakan kata sandi yang kuat dan berbeda dari akun lain. Jangan memakai kembali kata sandi email untuk akun pengelola smart home. Pengelola kata sandi dapat membantu menyimpan kata sandi yang berbeda tanpa harus menghafal semuanya.

Aktifkan verifikasi dua langkah atau autentikasi multifaktor jika tersedia, baik pada akun layanan maupun perangkat yang mendukungnya. NIST menempatkan kata sandi unik dan autentikasi tambahan sebagai langkah penting untuk mengurangi risiko ketika kredensial terekspos. Perlindungan ini tetap perlu dilengkapi dengan pembaruan dan pengaturan akses yang baik.

3. Perbarui perangkat, bukan hanya aplikasi HP

Periksa pembaruan perangkat lunak atau firmware pada unit dan hub pengendalinya. Aktifkan pembaruan otomatis jika tersedia, lalu ikuti pemberitahuan pembaruan manual bila diperlukan. Memperbarui aplikasi di HP tidak boleh dianggap sebagai bukti bahwa semua perangkat di rumah sudah ikut diperbarui.

NCSC menjelaskan bahwa pembaruan dapat memperbaiki masalah keamanan sekaligus menjaga fungsi perangkat. Jika proses pembaruan gagal, cari petunjuk pada situs produsen. Hindari memasang berkas pembaruan dari tautan acak yang beredar di grup percakapan.

4. Tinjau izin aplikasi dan penyimpanan rekaman

Buka pengaturan privasi pada aplikasi dan perangkat. Periksa izin yang diminta serta fitur yang benar-benar Anda pakai. Untuk produk dengan mikrofon atau kamera, lihat juga pilihan penyimpanan audio atau video, durasi penyimpanannya, dan apakah data dikirim ke layanan produsen.

Jangan memberikan izin hanya karena diminta tanpa membaca kegunaannya. Namun, jangan pula menganggap semua izin dapat dimatikan tanpa memengaruhi fungsi. Ubah pilihan yang tersedia sesuai kebutuhan, lalu uji kembali perangkatnya. Gunakan tombol atau pengaturan mikrofon dan kamera pada unit jika memang disediakan.

Sepakati penggunaannya dengan orang yang tinggal bersama Anda, terutama bila perangkat dapat merekam suara atau gambar. Kemudahan mengawasi rumah tidak berarti semua ruang dan percakapan perlu direkam.

5. Matikan fitur tambahan yang tidak dipakai

Menurut NCSC, akses jarak jauh dapat dimatikan jika Anda tidak perlu mengendalikan perangkat saat berada di luar Wi-Fi rumah. NIST juga menyarankan meninjau fitur yang tidak digunakan, misalnya pembelian melalui asisten suara.

Periksa siapa saja yang diberi akses melalui akun atau undangan berbagi. Cabut akses yang sudah tidak diperlukan melalui pengaturan resmi. Jangan mematikan seluruh layanan cloud secara sembarangan karena sebagian produk bergantung padanya. Cari penjelasan fungsi setiap pilihan sebelum mengubahnya.

6. Pertimbangkan jaringan terpisah untuk perangkat pintar

NIST menyarankan memisahkan jaringan perangkat smart home dari komputer yang menyimpan dokumen sensitif. Tujuannya mengurangi dampak jika salah satu perangkat pintar berhasil diakses pihak yang tidak berwenang.

Jika router mendukungnya, ikuti panduan resminya untuk membuat pemisahan jaringan yang sesuai. Nama Wi-Fi yang berbeda saja bukan bukti bahwa akses antarkeduanya sudah terisolasi. Setelah mengatur jaringan, uji kendali melalui HP serta otomatisasi yang memang Anda perlukan. Bila ragu, minta bantuan teknisi atau dukungan produsen, bukan membuka pengaturan jaringan secara acak agar perangkat tersambung.

7. Periksa ulang sebelum perangkat dijual atau diberikan

Sebelum melepas perangkat, simpan data yang masih ingin dipertahankan dan ikuti petunjuk produsen mengenai pelepasan akun serta reset pabrik. NCSC menyarankan reset pabrik sebelum perangkat dijual atau diberikan kepada orang lain.

Periksa pula riwayat dan data pada akun layanan. Jangan menganggap reset pada unit sebagai pengganti pemeriksaan seluruh data yang tersimpan di layanan daring. Kelola data tersebut melalui pilihan resmi yang tersedia, dan pastikan perangkat tidak lagi memberi akses yang tidak Anda kehendaki.

Daftar periksa singkat setelah pemasangan

  • Kata sandi bawaan sudah diganti dan akun memakai kata sandi unik.
  • Verifikasi tambahan serta pembaruan otomatis aktif jika didukung.
  • Izin aplikasi, rekaman, akses jarak jauh, dan anggota yang diberi akses sudah ditinjau.
  • Status dukungan produsen diketahui dan pengaturan jaringan sesuai kebutuhan.
  • Orang serumah memahami perangkat yang merekam dan cara menonaktifkannya.

Rumah pintar yang lebih aman dimulai dari pengaturan yang dipahami, bukan dari banyaknya perangkat. Periksa kembali saat ada pergantian HP, akun, penghuni, atau perangkat. Langkah ini mengurangi risiko, tetapi tidak menggantikan pembaruan keamanan dan pemantauan penggunaan secara berkala.

About admin

Cara adalah blog referensi tentang berbagai cara cara yang kita butuh kan dalam kehidupan sehari. Semoga bisa menjadi sumber bacaan yang yang menyenangkan. Terima Kasih telah berkunjung. :D

0 komentar:

Posting Komentar