Cadangkan folder sebelum laptop menunjukkan gejala bermasalah, bukan setelah Windows gagal menyala. Dokumen kerja, foto, Desktop, dan folder proyek sering tersimpan di lokasi berbeda. Windows 11 menyediakan Windows Backup dan OneDrive untuk menyinkronkan folder tertentu, sedangkan File History dapat menyimpan versi sebelumnya ke drive eksternal atau lokasi jaringan. Microsoft menjelaskan perbedaan pilihan ini di panduan Windows Backup.

Opsi OneDrive dan Windows Backup
Jika Anda memakai akun Microsoft pribadi, buka menu Start, cari Windows Backup, lalu buka bagian Folders. Nyalakan folder Desktop, Documents, Pictures, Videos, atau Music yang ingin disimpan ke OneDrive. Pengaturan yang sama dapat ditemukan melalui Settings > Accounts > Windows backup. Pastikan akun yang dipakai benar dan tunggu status sinkronisasi selesai sebelum menganggap salinan sudah tersedia.
OneDrive memiliki kapasitas gratis 5 GB. Video besar atau koleksi foto dapat cepat memenuhi ruang itu. Microsoft juga menyatakan OneDrive tidak menyinkronkan file di atas 250 GB. Periksa kapasitas, status ikon awan, dan buka OneDrive dari perangkat lain untuk memastikan file benar-benar dapat dibaca.
Menambah perlindungan dengan File History
- Sambungkan hard drive eksternal atau siapkan lokasi jaringan.
- Buka Control Panel, pilih System and Security, lalu Save backup copies of your files with File History.
- Pilih Turn on. Jika drive belum benar, gunakan Select drive untuk menentukan media penyimpanan.
File History terutama mencadangkan pustaka seperti Documents, Pictures, Videos, dan Music. Folder lain dapat dimasukkan ke pustaka dengan klik kanan folder, memilih Show more options, lalu Include in library. Ini bukan salinan seluruh sistem. Aplikasi, pengaturan tertentu, dan file yang tidak masuk pustaka perlu ditangani dengan cara lain.
Uji pemulihan dan pahami risikonya
Backup yang tidak pernah diuji belum tentu berguna. Buka File Explorer, klik kanan folder yang pernah disalin, lalu pilih Restore previous versions. Anda dapat membuka versi lama atau memulihkannya ke lokasi berbeda. Hati-hati saat memilih Restore karena versi tersebut dapat menggantikan file sekarang dan penggantian itu tidak dapat dibatalkan.
OneDrive lebih tepat dipahami sebagai sinkronisasi cloud yang juga membantu pemulihan, bukan satu-satunya salinan untuk semua risiko. Untuk dokumen sangat penting, simpan juga salinan offline yang terpisah dan cabut drive setelah pencadangan selesai. Dengan begitu, kerusakan laptop, kesalahan hapus, dan masalah sinkronisasi tidak langsung mengenai semua salinan.
Sebelum memulai, rapikan folder dan hapus salinan sementara yang tidak diperlukan. Periksa pula folder unduhan, arsip kerja, serta data aplikasi yang Anda buat sendiri karena tidak semuanya otomatis berada di Desktop atau Documents. Setelah proses selesai, catat tanggal pencadangan dan lokasi salinan. Langkah kecil ini membantu Anda mengetahui salinan mana yang paling baru saat harus pindah ke laptop lain.
Untuk data yang berubah setiap hari, jadwalkan pemeriksaan singkat setelah pekerjaan selesai. Anda tidak perlu menyalin ulang file yang sama secara manual jika layanan sudah berjalan, tetapi tetap periksa tanggal modifikasi dan ruang penyimpanan agar masalah tidak baru diketahui ketika laptop sudah rusak.
Sumber
Panduan backup folder OneDrive, panduan File History, dan panduan Windows Backup.

0 komentar:
Posting Komentar